Close to 9 AM leaving the house. Matahari berasa udah di ubun-ubun aja. Strolling around my car, no hurry no rush as the boss is still in Bali for sunbathing. EH … enggak ding ntar dia marah. Cari lokasi baru buat cabang Kuta yang getting worse traffic nya.
As usual, saying my morning car prayers di mobil. Curhat sama Tuhan about what’s going on, my hope and wish sambil berpikir tentang banyak hal. Banyak hal, indeed! Saya sadar banget kalau saya tipe orang yang susah fokus. Almost 36 but I guess my mind never left my high school years hahahaa …
Jadi inget …. The last weekend, ketemuan sama mantan-mantan anak kantor. Those kids yang dulunya dipekerjakan saat kuliah kok ya udah pada jadi perempuan mateng. And … well o well … They’re all still single on their 30s. It’s been quite a while since the last time really met, not just kebetulan ketemu di suatu mall mana gitu but it was really a sitting down and talking moment.
As usual, obrolan 5 orang perempuan-perempuan selain catching up udah lama gak ketemu ujung-ujungnya pasti ngebahas tentang kelajangan masing-masing. Dibilang berat … All of us tenang-tenang aja kok menjalaninya. Pertanyaan-pertanyaan kapan nih? Mana undangannya? Sudah bisa dihandle dengan bijak. All we need to have during this moment adalah being wise dalam menyikapi kelajangan ini, tidak panik or anything. Tapiiii …. Perasaan galau tak karuan, pasti tidak terelakkan. Ngeliat pasangan-pasangan muda sliweran di mall, gandengan bikin ati gemes.
“I need to have a relationship.”
“Hmmmm … You need to be involved in a relationship? Or something else?”
“Intimacy is more like it. Ya gak?”
“Bisa jadi …. Being in a Relationship is quite complicated, especially buat kita-kita yang udah sedemikian lama melajang. Harus lapor lah, harus gini gitu, rempong kayak di serpong deh!”
“Emang sih, dipeluk-peluk, dicium dan diapa-apain itu enak tauuuu … hahahahhahaa!’
Dan disambitlah si oknum yang mengeluarkan statement itu sampe ampun-ampun.
“But, Ladies … Other than that … I think I need something more than just simply an intimacy (hey, That rhymes!). Feeling involved itu kadang penting juga lho!”
“Eh katanya tadi intimacy, terus getting involved in a relationship itu rempong, eh kok sekarang jadi penting??”
Memang ya … Banyak banget pendapat tentang hal ini when you’re single and above 30ish. Relationship or Intimacy? It’s really your call. Anything that would make us happy. Tapi sebenernya concept of happiness itu gimana sih yang sahih?
Umumnya di masyarakat yang terjadi …. Concept of Happiness adalah just right on track! Apakah itu?
1. Gemilang di Sekolah, walaupun kadang ada yang enggak but that does happen every now and then.
2. Lulus kuliah dapet kerjaan yang formal … Ya pokoke ngantor lahhh … Walaupun ada beberapa yang gigih mengejar passion yang lebih sering out of the box. But hey … as long as it pays well, you can live with decency …. The nosy questions would definitely stop!
3. Udah kerja, ketemu the right person then get married dan punya anak. Lovely, isn’t it? Kalo enggak … Maka pertanyaan-pertanyaan yang sejuta banyaknya akan muncul every now and then. *sigh*
What if things just don’t work just right on the track?
Better lupain urusan kerjaan or sekolah …. It’s not this posting is all about but about pasangan hahahah …
What is the concept of happiness related to berpasangan?
Apakah mungkin cycle nya seperti ini, KENALAN – TERTARIK – PDKT – JADIAN – NIKAH. Itu kalo lancar sih? What if not?
Banyak jombloers yang berusaha menghibur diri or membuat alternatif-alternatif lain, seperti:
1. I only need a simple intimacy. My body needs that, no hassle on being in a relationship.
2. Pengen punya seseorang yang ready buat apa aja. Butuh hangout pulang kantor …. ready, pengen nonton …. hayuk, cari makan tengah malem … siap. Hmmm … How nice!
3. Aku pengen jadi Ibu … Gak tau deh … Gak perlu ada Bapaknya juga ‘kan?
Ya … Yaaa … Kadang hal-hal tersebut kadang muncul. Liati dunia sekitar, pasang-pasangan while us, the jombloers, ya gini-gini ajah? Mo usaha juga bingung kayak gimana? Tapi kalo saya, personally, things might be going a bit conservative. Walaupun penampakan modern, saya kok masih kurang nyaman dengan ide having baby without marriage, having someone tapi status gak jelas.
I know, in my age, I should be more realistic and even making plans. But well … I know that someone, my better half, is still out there looking for me. Sounds like ngimpiin a fairy tale to happen. Boleh, dong??
Btw, udah pas midnight …. Need my beauty sleep …. Post again tomorrow!